Baiklah, siapa yang ga bosen dan stress dengan kemacetan yang terjadi di Jakarta.
Nah kata orang bijak kan, mulailah dari yang kecil dan simple, serta mulailah dari diri sendiri. Oleh karena itu saya mengusulkan beberapa ide untuk mengatasi kemacetan ini.

Hovercars ? sepertinya tidak deh

Mulanya saya mau mengusulkan ini, disamping keren kan seru bisa melayang-layang bersama keluarga.
Misalnya :

Perlu diketahui kami ini hanyalah orang biasa, bukan ustadz dan pengetahuan agama kami pun cuman yg ‘umum’ ( saya hanya mendapatkan pendidikan agama dari SD s.d SMU/Aliyah ). Walaupun kami teruskan dengan membaca2 buku dan mengikuti tausiyah etc..

Urusan halal dan haram, karena ini adalah masalah vital yang berhubungan dengan kepercayaan, sering kami diskusikan antara saya dan bundanya anak-anak. Terutama yang berhubungan dengan tulisan-tulisannya di bananatalk, dan yg paling populer salah satunya adalah urusan vaksin dan imunisasi.
Tentu saja urusan kehalalan ini kami anggap serius, amat sangat serius. Saya memilih bekerja sebagai freelance, dan menolak untuk bekerja di perusahaan apalagi di politik adalah salah satunya karena saya ingin banget menghindari mendapatkan income dari daerah-daerah yang abu-abu ( jadi saya yakin bahwa uang yang saya dapat, yang saya pakai untuk menghidupi keluarga adalah dari yang halal ).
Tapi kalau anda mencermati, kami cenderung bersikap dingin atau ‘tidak-menahu’ dalam diskusi tentang ke halal-haraman sesuatu ( misal. vaksin / imunisasi di bananatalk ). Kenapa ?

Karena kami memang tidak tahu

Yap, kami sadar untuk menjudge sesuatu menjadi halal atau haram dibutuhkan kompetensi dan pengetahuan yang cukup mendalam mengenai hal spesifik tersebut. Dalam hal vaksin dan imunisasi biarlah para ahli fikih bersama dokter dan peneliti beserta yang kompeten lainnya yang memutuskan hal tersebut. Kalau kami memang tahu vaksin tertentu dinyatakan haram tentu kami akan mencari alternatif lainnya.

Menghargai kompetensi dan memberikan wewenang yang proper kepada yang berhak

Suatu saat, seorang yang saya hormati ( beliau seorang Ustadz, yg Insya Allah ikhlas, walaupun berusia lebih muda dari saya ), ngomong kurang lebih sbb ( waktu kami ngobrol, dengan nada yg rada sarkastik ) :

.. lah mas Semua orang itu kan bisa jadi ustadz, seenggaknya sok jadi ustadz. Lha artis aja itu ngomong ‘begini-begitu’ [ saya sensor :P ] , di TV . Kadang-kadang nyuplik Al-Qur’an lagi ..

. Apa artis tidak boleh menyampaikan ayat ? bukan itu masalahnya. Yang jadi masalah adalah ketika kita sok tahu dan menyampaikan sesuatu yang padahal salah, sehingga kita bisa menjerumuskan orang lain.
Oleh karena itu kami sangat hati-hati agar tidak menyampaikan sesuatu yang kami kurang kompeten. Dan kami sangat menghargai orang-orang yang memang mempunyai ilmu pada bidang masing-masing. Kalau urusan halal-haram vaksin atau makanan, tentu para dewan fikih dan dokter serta peneliti dapat mendiskusikannya dengan lebih baik, dan seterusnya.

Sama halnya ketika kita sinis dengan ‘sosok pakar tertentu’ , yang kepakarannya layak dipertanyakan, namun dengan nyamannya cas cis cus di media sok mengerti dengan menghadirkan angka-angka dan fakta-fakta yang mistis dan ga jelas darimana datangnya ( yang mengundang geli orang-orang yang betul-betul mengerti ). Begitupula kami tidak akan menggubris kalo ada yang bilang ini halal itu haram tanpa backing kompetensi yang cukup.

Bukan berarti menutup ruang diskusi, tapi kami yakin setiap diskusi agar bisa jadi berarti butuh level kompetensi dan mungkin penelitian pendahuluan. Sehingga diskusi nya menghasilkan sesuatu yang nyata dan bermanfaat, bukan obrolan angin-anginan yang hanya hangat sesaat terus lenyap. Anda tentu ingat tentan cerita Umar yang diprotes seorang perempuan ( perawan tua ) ketika Umar mengusulkan agar perempuan-perempuan waktu itu menurunkan ‘harga’ maharnya, atau cerita-cerita yang lain. Selalu ada tempat untuk berdiskusi. Tapi adalah bijak untuk mengetahui keterbatasan pengetahuan kita, menyadari apa yang kita tahu dan apa yang kita tidak tahu. Dengan begitu kita akan terus belajar, tanpa jadi takabur akan ilmu yang sudah kita kuasai …

Despicable Me Poster First thing first, meski film ini di Indonesia di rating SU ( semua umur ), tapi saya amat sangat menyarankan untuk mengikuti rating sesungguhnya yaitu PG ( Parental Guidance, Dampingan Orang Tua ). Yap, i mean really strict guidance, terutama kalo anak anda adalah toddler ( balita ), atau antara TK – SD klas 3-an.

Karena film ini basis humornya adalah slapstik, dan sinisme. Untuk orang dewasa dg selera humor yang baik film ini cukup nikmat untuk mengundang tawa ( terutama karena leluconnya yg ringan & ga perlu otak :P ), tapi saya bayangkan anak2 kecil tidak akan menganggapnya selucu itu.

Kalau anda menginginkan cerita yang lucu sekaligus menyentuh semisal Toy Story, Up, atau yang sarat pesan bijak seperti How to Train Your Dragon, sebaiknya anda urung nonton..

Read more…

:)

Selamat pagi anak-anakku, ayah tahu hari ini hari yang spesial buat kalian. Daud naik kelompok B, dan Ibrahim mulai masuk Kelas 1 SD. Dengan pergantian ini kalian akan banyak menemui hal-hal baru, bertemu dengan teman-teman baru, atau bahkan guru-guru baru.

Anakku, Jangan Kau Tuntut Ilmu

Ayah dan bunda tidak menyekolahakanmu untuk menuntut ilmu. Karena kita telah membayar biaya sekolahmu, kemudian dengan seenaknya kamu merasa berhak menuntut-nuntut ilmu dari guru-gurumu? Tidak Nak. Uang yang tidak seberapa itu tidak mungkin bisa menggantikan waktu, pengalaman, dan kebijakan mereka. Dan kita tidak sedang di ruang pengadilan nak, yang menempatkanmu di meja penuntut yang menuntut hakmu karena memberi upah pada seorang pengajar yang berada di seberang meja. Hakmu, dengan uang itu adalah sekadar agar kamu bisa duduk di bangku sekolah, yang artinya sekadar membuka peluang agar kau bisa mendapatkan pengajaran.
Sedang ilmu itu adalah lain soal.

“Terus bagaimana aku bisa mendapatkan ilmu itu ayah ?”

Read more…

Kalau saya ditanya tentang web desain saya sering mengumpamakannya dengan pisang goreng. Lain kalau saya ditanya tentang Internet, maka saya akan mengumpamakannya dengan Alun-alun. Dan kalau anda pernah ke Alun-alun anda akan tahu bahwa beragam model orang dan kegiatan dapat ditemui disana, dari pengajian sampai penjambretan, etc dsb.

internet predators illustration

illustrasi internet predator diambil dari http://library.thinkquest.org/06aug/01158/home.html

Anak saya yang sulung baru masuk SD, dari kecil ( sekira TK A ) dia sudah kenal dengan Internet, sama dengan adik nya , saya selalu membatasi untuk hanya menggunakan KidZui untuk berselancar dan bermain-main di web. Namun, semakin banyak yang dia pelajari tak pelak lagi KidZui tidak cukup untuk memenuhi rasa ingin tahunya, dan setelah diskusi yang cukup berkepanjangan ( yap saya terbiasa diskusi dengan anak2 walau mereka masih balita ) …
Read more…

Entah saya lagi terdampar dimana yang akhirnya menggiring saya tentang dua hal yaitu Plushie dan View Master.

View Master


Suatu waktu saya pernah kecil, dan saat saya masih kecil itulah nenek saya yg pulang haji menghadiahi saya ‘kekker’ ( := binoccular . jawa ) yang antik ini. Sebagai anak kecil saya sangat tertarik dengan efek 3D stereoscopic-nya ( emulasi 3d dengan 2 gambar yg diambil berjarak mata, kira2 begitu :) ). Jauh sebelum ada emulasi 3d yg canggih seperti yg kita nikmati di film2 sekarang ini. Benda ini dikenal dengan nama View Master, beberapa tautan yg menarik saya temukan :

Read more…

source : http://www.imdb.com/media/rm3858730752/tt0429493

Kemaren istri saya cerita ttg film The A-Team yg ditontonnya akhir pekan lalu, betapa serunya, etc dsb. Saya belum sempet nonton sih, tapi setelah lihat poster ini sepertinya film ini memang ‘seru’ dan ‘menantang;)

  • Sepertinya mereka berpose untuk poster ini setelah mengilangkan sebuah benda kotak ( kendaraan? van? bis? ) dg begitu saja… tanpa ledakan atau apapun.. cmn ada ‘bekas’ invisibility effect
  • Arah bayangan dari orang2 nya memang sangat menantang logika persepsi saya…
  • ada lagi ? proporsi perspektif ? ;)

Photoshop memang powerful untuk mengolah gambar tapi tetep butuh dasar yang kuat.

Lihat juga komen dari momon

Barusaja saya selesai skimming ( bukan, bukan bikin susu skim, tapi yang ada urusannya dengan membaca » ) 28 Hari, buah karya dari mas ndorokakung dan mbak hanny yang fenomenal itu.

Karya ini sudah nyata sejak februari tapi entah kenapa saya selalu lupa untuk menjenguknya, dan baru tadi sempet.. itupun cuman speed reading, dan itupula gara-gara Hermon Saksono yang lagi mbaca keliatan di feed FB saya :P

Dari hasil skim, tanpa ampun ini adalah karya yang bagus, terutama buat yg lagi mellow, siap menjebak anda dalam sekian jam yang biru dan dalam ( mungkin dengan Hue mendekati kearah dark-Grayscale ). Namun, hari ini hari selasa, dan tumpukan kerjaan masi memandangi dari sudut meja dengan mata sendu.. apadaya saya..

Satu yang sangat menarik adalah pembukanya, dari sang pria, singkat dan dalam ( yang entah disengaja ataupun tidak, sangat cocok sebagai pembuka, teaser untuk menapaki paragraf-2 selanjutnya yang ternyata lumayan panjang-2 ). Sebenernya saya lebih suka yang singkat-2 gini, lebih gampang dan cepat dibaca, dan memberikan kita waktu yg lebih banyak untuk memperdalam ( i.e menghayal :D ). Berikut cuplikannya :

PADA SENJA INI

Kubangun rumah ini… untukmu: telaga hidupku
Dindingnya dari anyaman pelangi
Dan atapnya dari rinai hujan

Ruang dalamnya terang oleh pendar cahaya bintang
Dan dapurnya hangat oleh sinar matahari

Kelak, aku mau rumah ini jadi sebuah album
Tempat setiap lembaran kenangan tentang dirimu kusimpan

Sampai nanti. Sampai mati!

Baru tau karya ini? sila klik ini untuk baca/download 28 Hari »

Barusan mertua saya nanyain jajanan enak yg di Solo, thengkleng, sate, nasi liwet, srabi… saya butuh waktu bbrp menit buat cross check soale saya dah lupa2 inget :P
Biar ndak lupa lagi tak tulis deh, mohon di perbaiki kalo ada yang keliru :)

gambar srabi solo

Srabi solo ( gambar diculik dari wikipedia, tanpa minta ijin.. :P )

  • Thengkleng Mbok Galak

    Alamat : Jalan ki MangunSarkoro 122, Sumber, Solo. Kalo kebetulan ketemu penggemar thengkleng tanya saja, atau supir taksi pasti tau :) .
    Saran :

    • Thengkleng Sumsum
    • Thengkleng Komplit

    Oiya, sebaiknya datang rada pagian kalo pas hari libur, kalo siang-sore biasanya dah habis menu yg disarankan itu

  • Sate Kambing Tambak Segaran

    Alamat : Jl Sutan Syahrir No 149 Solo. Buka rada siang, jadi dateng sekitar ba’da Dhuhur aja.
    Saran :

    • Sate Buntel ( ini semacam sosis, dibakar)
  • Gudeg Adem Ayem

    Di Slamet Riyadi seberangan dg Solo Grand Mall.Saran :

    • Gudeg Kuali ( kata Fahmi enak ayamnya), ini yg biasa saya bawa buat oleh2 ke Jakarta, iya pake kuali bawanya.. tapi di taro dikardus kok ga dibawa pake tongkat :rofl:
  • Serabi Notosuman

    jl. Notosuman ( asal namanya emg dari nama jalan ini ), kalo gasalah nama jalannya ganti jadi Jl. M. Yamin ( mbuh ki rajelas nganggo ganti2 barang). Yang asli yg disebelah selatan jalan, rasa srabi nya cuma 2 yaitu : Polos & Coklat.

  • Nasi Liwet Mbah Jo

    Nasi liwet paling enak yang deket rumah ku, kaki 5, tempatnya Mbah Jo deket Gerbang pintu Gapit Barat. Buka pagi dari subuh sampai jam 0800, boleh makan disitu tapi tidak sedia tikar ataupun minum… anda kira ini pasti gara2 fanatisme ke-kampungan saya ? anda benar :rofl:

    , ga kalah dengan yg terkenal Bu Wongso Lemu, di Keprabon. Pake nasi gurih juga, ayamnya juga gurih.. cuman ati-ati kalo anda bawa mobil tar dimahalin dikit wkkk :evilgrin:

  • Nasi Liwet Bu Wongso Lemu, Keprabon

    Jl. Keprabon, lupa tepatnya, kalo sudah sampe daerah keprabon tanya saja. Buka Sore-Malam.

  • Timlo Sastro

    Di deket lampu merah, Balong, Pasar Gede. Belum pernah coba tapi kata orang-orang timlonya enak disini :)

Kira-kira itu yang saya ingat, ada tambahan tempat makan favorit anda? sila bagi2 di komentar atau pake trackback.
Kalo anda ngiklan warung anda sendiri ga bakal tak approve, harus dari penikmat/pengunjung hehehe :D

Terus terang, saya ga suka Film India, Bollywood biasanya datang dengan pattern yang itu-itu saja. Seenggaknya itu yg saya ingat sebelum saya berhenti nonton film India. Tau kan? Sekitar Penghianatan, balas dendam, si miskin yg menang melawan si kaya,.. itu2 saja.
Makanya kemaren saya males bener, saat istri minta nonton 3 Idiots.. nagging lebih tepatnya .. sejak 2 minggu terakhir minta diajak nonton film ini :P


3 idiots movie poster

gambar punya IMDB, diculik tanpa ijin :P

Akhirnya, walaupun tasklist masih numpuk saya korbankan wiken ini buat nonton 3 idiots ( which is actually my allocated time for family, jadi istri saya emg berhak untuk memveto saya untuk meninggalkan meja kerja dan pergi kencan). Ternyata eh ternyata, diluar perkiraan saya, film ini cukup menyenangkan untuk ditonton. Film ini berkisar tentang persahabatan, pencarian jatidiri, etc ( sorry kalo terkesan tacky dan boring, but its actually not ) .. gitulah model film anak2 mahasiswa. Settingnya juga di kampus ( kampus teknologi/engineer ). Film dg exploring value serupa mungkin adalah With Honors ( 1994 ) .

Mungkin buat anda value2 tsb sudah cliche dan ga seru lagi, tapi di wrap dg joke2 khas Bollywood, dan charming play of senior actor Aamir Khan , film ini segar dan enak ditonton. Jauh dari skeptikal sy tentang film India.
Setting bbrp flaw aside, dan belokan2 yg rada-2 ga make sense ( atau kadang terlalu kebetulan :P ) { juga ketidaknyamanan waktu liat Aamir Khan njoget pake baju tipis ditengah ujan .. bleh -_-; } , menurut saya pembuat Sinetron dan Film Indonesia, dapat belajar banyak dari film ini. i.e Bisa kok bikin plot dan cerita yg cukup segar namun menyentuh ( yap cukup menyentuh, saya termasuk yg kadang2 berlinang air mata kalo lagi nonton film dan saya tidak malu mengakuinya :D ) tanpa harus terkungkung dalam kerangka balas dendam, atau penghianatan, atau sibaik nan bodoh yg selalu di’bully’ oleh karakter jahat nan cerdik.. , juga film dg value yg baik dan bukan film horor yang sensual bisa kok Hit !

Oiya, kalau mau nonton film ini di weekend, ada baiknya anda pesen di hari sebelumnya, soale suka penuh. Ga enak kan nonton di kursi depan :D ( saya dateng di sabtu sore dan memutuskan utk beli tiket utk hari Ahad nya agar dapet tempat duduk di tengah, daripada spoiled good movie dg nonton di depan)