Warning :
Tulisan ini merupakan re-post dari tulisan yg pernah saya tulis di www.inirumahku.com (waktu itu bentuknya personal website bukan blog) dan www.penulislepas.com tahun lalu.

Kenapa saya tulis kembali ?
saat ini saya diminta membuat powerpoint presentation untuk sebuah job interview, maka saya putuskan untuk mengulas Web Usability. Dan rencananya, akan saya tulis dalam beberapa post ke blog ini. So, untuk prolog, silakan dinikmati tulisan berikut.
Tulisan berikut cukup panjang, tapi menurut saya cukup scannable. Silakan di save dahulu ke komputer anda kalau anda pengguna DialUp, agar dapat membaca dg santai :) .

Menulis Untuk Web

Statistik menunjukkan bahwa 79% pengguna internet hanya men-SCAN halaman internet, mereka TIDAK membaca SELURUH tulisan halaman yang tampil dilayar monitor. Jadi kebanyakan user di internet hanya akan mencari beberapa kata-kata yang menarik, listing, bagan-bagan, gambar, dan lain-lain yang seringkali membawa topic yang sedang dibicarakan oleh artikel dalam sekian detik selanjutnya dia akan berpindah kehalaman lain.


Sebuah data statistik berikut diperoleh (John Morkes and Jakob Nielsen -1997 | useit.com), beberapa website mengalami sejumlah peningkatan pengunjung:

  1. 58% setelah ditulis dengan bahasa yang langsung dan sederhana (concise)
  2. 47% setelah tulisannya mudah untuk di scan/skim (scannable)
  3. 27% setelah tulisannya dalam bentuk objective style dan bukan marketing style.

User web membaca dengan kecepatan 25% lebih lambat dibanding saat dia membaca di kertas. Banyak studi menemukan bahwa layar monitor bukanlah media yang nyaman untuk dibaca.

Berikut beberapa tips untuk menulis di halaman web:

  1. Gunakan kalimat langsung, sederhana, “to the point”, ringkas padat.
  2. Gunakan “inverted pyramid style” , memulai dari konklusi/objectif. Mulai paragraf dengan apa yang sebenarnya mau disampaikan baru kemudian di alasan, cara, dasar, dsb.

    • Pecah informasi yang panjang/banyak menjadi kecil-kecil, urutkan dengan metoda piramid terbalik (dari umum -> khusus, dari main idea ke detail) hubungkan dengan hyperlinks.
    • Buatlah struktur koneksi hyperlinks yang mudah untuk dipahami, sebuah TOC di depan akan sangat membantu. Jika merupakan adaptasi dari artikel yang ada di kertas, rampingkan sampai 50% dari jumlah huruf totalnya. Dan jangan lupa buatlah setiap halaman bebas dan berdiri sendiri (freestanding), karena adalah sangat mungkin suatu halaman diakses user tanpa pernah membuka halaman sebelumnya (misalnya dengan mengklik hyperlink dari search engine).
    • Gunakan satu pokok pikiran untuk satu paragraf, tempatkan kata-kata yang penting di depan kalimat, tempatkan kalimat topik (kalimat yang membawa ide paragraf di depan). Baru setelahnya detail level 2, kalo memang masih ada penjelasan lebih detil lagi tampilkan dalam links.
  3. Gunakanlah list, jangan paragraf panjang, apalagi memisahkan dengan koma.
  4. Gunakan Gambar/Bagan secara moderat, cukup saja jangan berlebihan.
  5. Gunakan kalimat aktif sebisa mungkin jangan kalimat pasif atau kalimat majemuk. Adalah natural bahwa kalimat pasif lebih susah dimengerti dibanding kalimat aktif, apalagi kalimat majemuk akan membutuhkan lebih banyak effort untuk dapat dimengerti.
  6. Jangan menggunakan kalimat-kalimat menjual, pengguna internet pada umumnya menjauhi web page yang “berjualan”. Mereka lebih senang kalimat-kalimat yang to the point, dan langsung menjawab pokok masalah.
  7. Highlight, tebalkan/bold, beri warna untuk kata-kata kunci.
  8. Gunakan warna-warna yang konsisten, sesuaikan dengan target audience. Pada umumnya yang paling tinggi aksesibilitas & usabilitasnya adalah sebagai berikut:
    • warna text hitam diatas putih,
    • hyperlinks biru dan bergaris bawah
  9. Pada dasarnya dalam aturan penggunaan warna adalah gunakan warna yang nyaman dimata dan kontras (cerminan terhadap pusat lingkaran warna (color wheel)).
  10. Berikan referensi secukupnya, misal daftar pustaka, links, komentar ahli etc. Karena para pembaca web merasa sangat perlu untuk mengkonfirmasi kebenaran informasi yang dibacanya, kecuali anda adalah seorang pakar, ahli, dan profesional terkenal dan amat sangat terpercaya oleh umat manusia maka keberadaan referensi hampir mutlak, agar informasi yang anda share dapat dipercayai.
  11. Gunakan LayOut yang mudah dimengerti. User akan membaca dari kiri ke kanan, dari atas kebawah, jika bekerja dengan multiple column, menambahkan gambar/bagan perhatikan kebiasaan ini.
  12. Resource :

  1. Writing For The Web (http://www.useit.com/papers/webwriting/)
  2. Writing For The Web (http://www.sun.com/980713/webwriting/)
  3. How to write for the INTRAnet (http://www.gooddocuments.com)
  4. Web Content Accessibility Guidelines (http://www.w3.org/TR/WAI-WEBCONTENT )
  5. Train of Thoughts – Designing the Effective Web Experience, New Riders Publishing,June 21, 2002 (http://www.wdvl.com/Authoring/Design/Effective_Design/index.html)
  6. Page Content: The Long and the Short of It , Lee Underwood, March 16, 2001 (http://www.wdvl.com/Internet/Content/index.html)
  7. Concise, SCANNABLE, and Objective: How to Write for the Web: http://www.useit.com/papers/webwriting/writing.html
  8. Inverted Pyramids in Cyberspace Jakob Nielsen’s Alertbox for June 1996: (http://www.useit.com)
  9. Writing Style (http://pharmacy.ucsf.edu/webdev/guide/8/style/content/)
  10. Writing for Readers Who Scan › › › Online Copywriting and Editing , Kathy Henning, February 6, 2001 (http://www.clickz.com/experts/archives/design/onl_edit/print.php/836621)

One response


Do you want to comment?

Comments RSS and TrackBack Identifier URI ?

Setuju dengan teori dan ulasan di atas. Menarik, sayang belum banyak yang mempraktekkannya. Padahal, cara menulis untuk web di atas sangat logis dan sistematis.

Thanks

June 26, 2007 3:57 am

Sorry, the comment form is closed at this time.