Minggu lalu aku mencukur gundul Daud (anak ke 2 saya), mungkin untuk “bapak-bapak baru” mencukur rambut bayi (apalagi anak pertama) adalah hal yang menakutkan.
Though its my first time (si ibrahim dulu yang nyukur embahnya karena bapaknya lagi tidak dirumah :) ) i did this all by myself :smug: , soale mbahnya lagi pada sibuk dan ibu nya tidur kecapean karena semaleman anaknya rewel habis di imunisasi. Jadi seharusnya ini bisa dilakukan oleh siapapun, apalagi kalau proses mencukurnya disertai assisten (kalau rame-2 susah juga kale ..).
So, here is my experience on that so-called nightmare, semoga bermanfaat.

Latar Belakang :
Meskipun si BotakHebat baru di gundul saat berusia satu tahun, bahkan saat itupun rambutnya cmn bulu-2 tipis yg jarang-2, kasus tersebut tidak berlaku di adiknya. Sudah beberapa hari ini aku + mbahnya motongin rambut-rambut kusut dikepala si Daud. Jadi, setelah meeting dengan ibunya selama berjam-jam (yap, karena saya lagi weekend di Jakarta … ketemuan terus lah), maka diputuskan untuk mencukur gundul rambutnya yg mulai panjang (shg sering kusut – terutama bagian belakang kepalanya yg berinteraksi langsung secara intens dengan bantal).
Daud Sebelum Digundul

Persiapan Alat dan Bahan:
- Gunting rambut
Saya menggunakan gunting rambut, untuk mencukur rambut-2 nya yg telah panjang, agar nantinya lebih enak mencukurnya dengan pisau cukur.

- Pisau cukur (habis ini saya sebut razor, biar singkat ngetiknya :P )
saya menggunakan pisau cukur fabrikan (safety razor) dual blade yg diperuntukkan untuk wanita (gillete for women – sensitive skin).

- Shaving Foam
berhubung saya termasuk yg harus cukur tiap hari (kalo ga pengen diprotes istri, dan anak-2 karena janggut + kumis yg ra mutu tur nyodrog-2 + nyocok-2 ), maka shaving foam telah tersedia.

- Handuk
Saya menggunakan 2 handuk, yg pertama buat dipakaikan di upper bodynya daud, sedang yg lain untuk ngelap keringat.

- Air Hangat secukupnya

- Kerjakan saat si bayi tidur
Demi stabilitas nasional maka saya putuskan untuk mencukur saat Daud sedang tidur. Jangan dengan sengaja menidurkan bayi kalau memang bukan maunya dia, karena dia akan mudah sekali terbangun. Kalau bayi anda punya semacam jadwal tidur, ambil yg waktu tidurnya cukup lama. Si Daud terbiasa tidur sekitar pukul 07 pagi sampai 10 pagi, jadi saya menggunakan waktu itu (Aku lebih suka mengerjakannya pagi/siang dibanding sore/malam).

- Baju yang nyaman
Dengan memakai baju yang nyaman dan menyerap keringat, stress yang dirasa jadi berkurang.

- Luangkan waktu
Yap, betul luangkan waktu, batalkan semua janji, rapat, etc. Kerjakan hanya saat anda benar-benar merasa rileks dan sanggup meluangkan waktu sekitar 2-3 jam bersama anak anda. Kemaren aku menghabiskan waktu 1.5 – 2 jam untuk mencukur Daud, karena harus beberapa kali menidurkan Daud yang nglilir saat dicukur.

Proses Mencukur :
- Get a grip
Pertama-tama si Daud aku gendong (dengan memakai gendongan samping) sampai tidur. Nah setelah tidurnya cukup dalam pelan-pelan aku duduk sambil sedikit melonggarkan gendongannya. Perlengkapan aku taruh di samping-2 ku. Kemudian aku cari posisi yang paling nyaman (buat aku juga buat Daud agar tidurnya gak terganggu), jadi dipastikan bahwa aku bisa megangin kepalanya dengan grip yg cukup baik sambil mencukur rambutnya. Grip ini penting karena bayi kadang-kadang membuat gerakan-gerakan tiba-tiba saat dia tidur (mungkin reaksi dari mimpinya).

- Mengurangi rambut-2 yang panjang dengan gunting rambut.
Karena rambut-rambut yg panjang akan cukup menyulitkan kalau langsung kita cukur pakai razor. Pelan-pelan sambil memegangi kepalanya dengan tangan kiri (good grip will be always needed in this process) agar jangan sampai bergerak-gerak, tangan kananku pelan-2 memotong sedikit demi sedikit rambutnya yang cukup panjang. Yang perlu diperhatikan adalah posisi gunting, kalau tidak hati-hati anda bisa menggunting kulit kepala si bayi, juga kalau ujung gunting cukur tidak hati hati menaruhnya anda bisa mencocok kepala si bayi (dan akan membuat dia kaget terus bangun). Jadi jangan menaruh gunting terlalu dekat dengan kepala bayi, keep it at 1cm or more above its skin.

Posisi Gunting

- Membasahi kepala dengan air hangat dan mengoleskan shaving foam
Sedikit demi sedikit saja. Pertama-tama aku mengerjakan kepala bagian kanan atas, daerah kerja yang dikerjakan paling sekitar telapak tangan. Nah di daerah kerja tersebut aku basuh dengan air hangat terus aku olesi shaving foam.

- Perhatikan posisi razor dan arah geraknya.
Ya, aku pikir semua tau kalo mencukur itu arah geraknya vertikal ke bawah dari penampang pisau cukur.

Arah Gerak

Namun perhatikan pula posisi kemiringan pisau terhadap penampang lintang kulit. Waktu aku masih belum berpengalaman mencukur janggut seringkali aku membuat kesalahan disini sehingga tiada bercukur tanpa berdarah :( .

Posisi Sudut Vertikal

Tekan hanya sedikit, ya betul, hanya light press saja jangan seperti kalau kita mencukur kumis atau janggut. Sensasinya benar-benar spektakuler saat aku melihat si Razor ini menghilangkan rambut-rambut bayi anakku.

- Kuncinya ada di sabar
Hehe, eaaassyyy take your time, benar-benar kesabaran dan konsentrasi penuh sangat dibutuhkan. Si Daud bangun tiga kali selama proses. Setiap kali dia terbangun, aku lepas semua peralatan, aku seka keringat dan saya nina bobokkan lagi. Berhubung emang jadwal tidurnya jadi si Daud cepat tertidur kembali. Aku menyelesaikan pekerjaan tangan ini dalam waktu 1.5 jam. Tough work indeed :) but the result is worth its effort.
Daud Botak 1Daud Botak 2
Perhatikan hasilnya yang mulus dan mengkilap hehe. Setelah selesai si Daud aku keramasi dengan shampoo nya dia tentunya.
Mbahnya dan beberapa orang rumah komentar : ini anak cukur kok gak ramai ya? Well, tergantung siapa yang nyukur dong hahahah :smug:

Beberapa hari saat botak itulah, setiap kali ia keluar rumah (apalagi pas jalan-jalan pake stroller) selalu dikerubutin orang-orang. “aah licin sekali yaa ” “aduuh lucunyaa” … dan lain lain.

Well adeknya sibotakhebat, hebat pula kalau lagi botak hahah :)

4 responses


Do you want to comment?

Comments RSS and TrackBack Identifier URI ?

halaahhh.. dibikinin tutorialnya segala.
btw, serumah? siapa ya? emang kita serumah? dikau nun di bandung sono :p

yo wis tak ganti wis, kita serumahnya kalo cuman wiken doang ya?

February 9, 2006 1:23 pm

wah pakai tutorial segala, aye belum punya anak , jadi nya disimpan saja .. eh dimasukin ke bookmarks nya del.icio.kus … :D

thanks for tutorial!

April 25, 2006 5:28 am

Saya juga udah melakukannya, pada Nisa saat dia akikah, 7 hari setelah dia lahir. Inti pelajarannya mah, jangan samakan dengan rambut atau janggut orang dewasa, rambut bayi itu halus sekali, bahkan gillette for woman pun masih belum cukup untuk membabatnya.

Dalam waktu 1,5 jam, hasilnya kacau :( , hasil akhirnya seperti tahanan polisi yang bhs makassarnya ‘ditokka’ alias digundul asal-asalan :(

July 14, 2006 10:10 am

Waktu nyukur rambut Harun kemarin (diusianya yang ke 7 hari) saya minta bantuan ibu. Ibu yang gendong harun, saya yang motong rambutnya. Ga pake gillette, takut….onderdilnya cuman gunting kecil! hasil? bisa ditebak…?!

May 12, 2007 4:07 pm

Comment now!
















Trackbacks