Barusaja saya selesai skimming ( bukan, bukan bikin susu skim, tapi yang ada urusannya dengan membaca » ) 28 Hari, buah karya dari mas ndorokakung dan mbak hanny yang fenomenal itu.

Karya ini sudah nyata sejak februari tapi entah kenapa saya selalu lupa untuk menjenguknya, dan baru tadi sempet.. itupun cuman speed reading, dan itupula gara-gara Hermon Saksono yang lagi mbaca keliatan di feed FB saya :P

Dari hasil skim, tanpa ampun ini adalah karya yang bagus, terutama buat yg lagi mellow, siap menjebak anda dalam sekian jam yang biru dan dalam ( mungkin dengan Hue mendekati kearah dark-Grayscale ). Namun, hari ini hari selasa, dan tumpukan kerjaan masi memandangi dari sudut meja dengan mata sendu.. apadaya saya..

Satu yang sangat menarik adalah pembukanya, dari sang pria, singkat dan dalam ( yang entah disengaja ataupun tidak, sangat cocok sebagai pembuka, teaser untuk menapaki paragraf-2 selanjutnya yang ternyata lumayan panjang-2 ). Sebenernya saya lebih suka yang singkat-2 gini, lebih gampang dan cepat dibaca, dan memberikan kita waktu yg lebih banyak untuk memperdalam ( i.e menghayal :D ). Berikut cuplikannya :

PADA SENJA INI

Kubangun rumah ini… untukmu: telaga hidupku
Dindingnya dari anyaman pelangi
Dan atapnya dari rinai hujan

Ruang dalamnya terang oleh pendar cahaya bintang
Dan dapurnya hangat oleh sinar matahari

Kelak, aku mau rumah ini jadi sebuah album
Tempat setiap lembaran kenangan tentang dirimu kusimpan

Sampai nanti. Sampai mati!

Baru tau karya ini? sila klik ini untuk baca/download 28 Hari »

Comment now!
















Trackbacks